Pentingnya Muhasabah Akhir Tahun Untuk Diri Sendiri
Dalam Ajaran Islam, muhasabah menjadi hal yang penting dilakukan untuk merenungi dan mengoreksi segala sepanjang tahun. Selain itu, muhasabah ini juga menjadi kunci untuk bisa memperbaiki segala kekurangan di tahun-tahun berikutnya.
Dalam salah satu kitabnya, seorang Sufi Sayyid Bilal Ahmad al-Bistani ar-Rifa’i al-Husaini mengatakan, muhasabah menjadi keharusan untuk umat Islam introspeksi diri sepanjang umurnya.
“(Maka berpikir [merenung]lah atas apa yang kamu kerjakan, apabila engkau menemukan ketaatan (dalam pekerjaan itu), maka bersyukurlah kepada Allah, dan apabila engkau menemukan maksiat (di dalamnya) maka celalah dirimu. (Sayyid Bilal, Farhatun Nufus bi Syarhi Tajil ‘Arus al-Hawi li Tahzibin Nufus, [Beirut, Darul Kutub ‘Ilmiah, cetakan kedua: 2015 M], halaman 17).
Sementara itu, Oki Setiana Dewi melalui kanal Youtubenya juga menjelaskan berbagai manfaat muhasabah. Beberapa manfaat tersebut di antaranya:
1. Meringankan hisab pada hari kiamat
Oki Setiana Dewi menjelaskan, muhasabah akan membantu meringankan hisab pada hari kiamat. Hal ini karena, orang tersebut menghisab dirinya sendiri dan memperbaiki segala hal yang kurang. Itu akan membantu mengurangkan hisab pada hari kiamat nanti. Seperti Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq, pernah mengatakan:
“Hisablah diri kalian sebelum dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dan berhiaslah untuk menghadapi hari penampakan yang agung.”
2. Terus menerus dalam petunjuk Allah karena kehati hatiannya
Dengan muhasabah, seseorang akan terus mengoreksi amalan-amalan yang dilakukan. Ini akan membuat orang tersebut selalu berada di jalan Allah SWT. Inilah bentuk kehati hatian (Taqwa = hati hati).
Al Quran Surah At – Talaq ayat 2-3 :
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)
3. Mengobati hati yang sakit, dg menerima semua Ketentuan (taqdir Alla) baik taqdir baik maupun taqdir buruk
Muhasabah diri juga dapat mengobati hati yang sakit. Hal ini akan membuat seseorang melakukan introspeksi atas perbuatannya. Hal ini juga membantu menerima sesuatu yang terjadi. Di sisi lain, ini akan mengetahui kalau kemungkinan hal yang salah berasal dari diri sendiri.
4. Mengetahui kekurangan diri sendiri
Dengan muhasabah, seseorang dapat melihat kekurangan yang ada pada dirinya. Hal ini akan membuat seseorang tidak merasa puas dengan amalan yang sudah dilakukannya.
5. Tidak takabur
Dengan muhasabah, akan membantu seseorang untuk tidak merasa sombong atau takabur. Hal ini akan membuat seseorang untuk selalu memperbaiki dirinya.
6. Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya (QS : Al-ashr)
Muhasabah membuat seseorang bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Hal ini karena muhasabah akan mengoreksi diri sendiri. Itu akan membuat seseorang selalu berusaha untuk memanfaatkan waktunya dengan baik.
Dalam salah satu kitabnya, seorang Sufi Sayyid Bilal Ahmad al-Bistani ar-Rifa’i al-Husaini mengatakan, muhasabah menjadi keharusan untuk umat Islam introspeksi diri sepanjang umurnya.
“(Maka berpikir [merenung]lah atas apa yang kamu kerjakan, apabila engkau menemukan ketaatan (dalam pekerjaan itu), maka bersyukurlah kepada Allah, dan apabila engkau menemukan maksiat (di dalamnya) maka celalah dirimu. (Sayyid Bilal, Farhatun Nufus bi Syarhi Tajil ‘Arus al-Hawi li Tahzibin Nufus, [Beirut, Darul Kutub ‘Ilmiah, cetakan kedua: 2015 M], halaman 17).
Sementara itu, Oki Setiana Dewi melalui kanal Youtubenya juga menjelaskan berbagai manfaat muhasabah. Beberapa manfaat tersebut di antaranya:
1. Meringankan hisab pada hari kiamat
Oki Setiana Dewi menjelaskan, muhasabah akan membantu meringankan hisab pada hari kiamat. Hal ini karena, orang tersebut menghisab dirinya sendiri dan memperbaiki segala hal yang kurang. Itu akan membantu mengurangkan hisab pada hari kiamat nanti. Seperti Sayyidina Abu Bakar As-Siddiq, pernah mengatakan:
“Hisablah diri kalian sebelum dihisab. Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang dan berhiaslah untuk menghadapi hari penampakan yang agung.”
2. Terus menerus dalam petunjuk Allah karena kehati hatiannya
Dengan muhasabah, seseorang akan terus mengoreksi amalan-amalan yang dilakukan. Ini akan membuat orang tersebut selalu berada di jalan Allah SWT. Inilah bentuk kehati hatian (Taqwa = hati hati).
Al Quran Surah At – Talaq ayat 2-3 :
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣)
3. Mengobati hati yang sakit, dg menerima semua Ketentuan (taqdir Alla) baik taqdir baik maupun taqdir buruk
Muhasabah diri juga dapat mengobati hati yang sakit. Hal ini akan membuat seseorang melakukan introspeksi atas perbuatannya. Hal ini juga membantu menerima sesuatu yang terjadi. Di sisi lain, ini akan mengetahui kalau kemungkinan hal yang salah berasal dari diri sendiri.
4. Mengetahui kekurangan diri sendiri
Dengan muhasabah, seseorang dapat melihat kekurangan yang ada pada dirinya. Hal ini akan membuat seseorang tidak merasa puas dengan amalan yang sudah dilakukannya.
5. Tidak takabur
Dengan muhasabah, akan membantu seseorang untuk tidak merasa sombong atau takabur. Hal ini akan membuat seseorang untuk selalu memperbaiki dirinya.
6. Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya (QS : Al-ashr)
Muhasabah membuat seseorang bisa memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Hal ini karena muhasabah akan mengoreksi diri sendiri. Itu akan membuat seseorang selalu berusaha untuk memanfaatkan waktunya dengan baik.